Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    humas@sardjitohospital.co.id

Pembekalan “Sukses Di Masa Purna Karya” Bagi Calon Pensiunan RSUP Dr. Sardjito

YOGYAKARTA – Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Dr. Sardjito, drg. Rini Sunaring Putri, M.Kes membuka acara Sosialisasi Ketaspenan, Motivator, Kewirausahaan dan Layanan Kantor Bayar Pensiun dari Bank Mandiri Taspen Pos (MANTAP) di Ruang Seminar, Gedung Administrasi Pusat RSUP Dr. Sardjito, Kamis (9/2) yang turut dihadiri oleh Kepala Bank MANTAP Cabang DIY, Daniel W. Tri Atmadi. Motivasi tentang “Sukses Di Masa Purna Karya” dipaparkan oleh Dosen UNY & Psikolog , Veny Hidayat, M.Psi. yang dilanjutkan dengan materi Ketaspenan oleh Daeli Faoma Aro. Perwakilan dari Bank MANTAP, Erlinda Rusda juga memberikan gambaran kewirausahaan yang dapat dilakukan oleh para pegawai purna tugas yang ingin berwirausaha. Bapak Albertus Budi Setiawan,seorang pensiuan yang menekuni kewirausahaan pemijahan bibit ikan juga turut menceritakan pengalaman pribadinya dalam menjalanakan bisnis di masa purna tugasnya. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 72 civitas hospitalia yang bersiap memasuki masa purna tugas dari pengabdian kepada masyarakat selama memberikan pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Sardjito. Civitas hospitalia diberikan motivasi agar tetap berkarya dan aktif memberikan kontribusi bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya ketika tengah purna tugas.

Bagi sebagian orang, memasuki masa purna tugas menjadi momok menakutkan, dimana sudah tidak ada lagi hal-hal yang bisa dilakukan selain hanya berdiam diri di rumah. Keadaan yang mengharuskan kita untuk mengurangi kegiatan rutin seperti berangkat kantor pada pagi hari dan baru pulang menjelang sore tentu menjadi kebiasaan yang tidak mudah untuk ditinggalkan. Selain aktifitas dan kesibukan berinteraksi dengan teman sejawat menjadi berkurang, toleransi terhadap kondisi fisik pun ikut mengalami penurunan, seperti kemunduran fisik akibat penuaan maupun potensi untuk menderita gangguan dan penyakit. Hal ini berkaitan dengan perubahan status seseorang yang semula pegawai menjadi pensiunan, dimana penurunan pendapatan tentu tidak dapat dihindari sedangkan pengeluaran rumah tangga semakin meningkat dari masa ke masa. Membangun manajemen stress pra pensiun merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menerima perubahan pada keseharian kita, dengan mengubah pola pikir untuk yakin terhadap diri sendiri bahwa pensiun bukanlah akhir dari segalanya, mengubah gaya hidup dengan melihat skala prioritas dalam pengelolaan keuangan, mengubah perilaku dengan memberikan manfaat bagi organisasi yang ditinggalkan serta memanfaatkan dukungan sosial, salah satunya dengan ikut serta dalam paguyuban pensiun agar silaturahmi dengan teman sejawat tetap terjaga.

Setiap hari, kita dihadapkan pada beragam pilihan dengan masing-masing konsekuensi yang bisa saja menimbulkan masalah baru. Dalam menghadapi berbagai pemasalahan hidup,hanya ada 3 kata kunci yang bisa kita tanamkan, yaitu Hadapi, Hayati, Nikmati (HHN). Hadapi permasalahan yang ada di depan kita, kemudian hayati permasalahan tanpa emosi, terakhir nikmati setiap permasalahan yang ada untuk kemudian dicari penyelesaian permasalahannya. Dengan yakin bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, tentu kita akan menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur dalam menjalani hidup. Beberapa kiat sukses di masa purna karya antara lain dengan mendayagunakan potensi diri sehingga menjadi lebih manfaat, mampu membuat orang lain sukses dengan peran kita di sana,menghasilkan karya yang usia manfaatnya melebihi usia kita, serta tetap berbuat baik dengan sesama dengan turut aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.

Masa purna tugas dapat dinikmati dengan memaknai kehidupan kita masing-masing. Memberikan semangat kepada para penerus kita di kantor serta membagi keahlian yang kita miliki kepada mereka tentu lebih bijak daripada terus menerus merenungi berakhirnya jabatan kita ketika masa purna telah tiba. Tentu kita ingin meninggalkan kesan yang baik ketika meninggalkan kantor tempat kita mengabdi selama ini dan bukan sebaliknya. Menyalurkan hobi atau berbagi keahlian kepada tetangga kita dapat dijadikan alternatif untuk mengisi masa purna. Orang yang dapat memaknai hidup tentu akan bersikap tenang dalam menghadapi segala sesuatu. Keberadaannya selalu membawa kebaikan bagi orang-orang yang berada di sekitarnya. Ada sebuah nasehat baik yang bisa kita amalkan dalam kehidupan kita, daripada gugup lebih baik tenang, daripada marah lebih baik damailah dengan diri sendiri, daripada bertengkar lebih baik terkendali, daripada mudah tergoncang lebih baik segarkan dan perbaharui diri, daripada kelelahan lebih baik menikmati hidup. (Myle)

Author Info

Admin Humas

No Comments

Post a Comment

advert
advert