Emergency (0274) 583613    (0274) 631190, 587333    Fax:(0274) 565639    humas@sardjitohospital.co.id
slide_1200x500_gedung_sardjito
slide_1200x500_putih
slide_1200x500_mbah_jito

Prof. Dr. Sardjito

slide_1200x500_perawat_amarta

Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna,
bermutu dan terjangkau masyarakat.

slide_1200x500_suite_room

Suite Room

slide_1200x500_call_center

Operasi Cangkok Kornea, Alternatif RSUP Dr. Sardjito Agar Anda Bisa Kembali Melihat Dunia

Departemen Ilmu Kesehatan Mata RSUP Dr. Sardjito bersama dengan RS Mata Dr. Yap melaksanakan 10 operasi cangkok kornea (keratoplasti) pada tanggal 9-13 Februari 2017. Donor kornea didatangkan dari Negara Nepal sebanyak 10 kornea disertai kedatangan seorang ahli bedah kornea, dr. Matthew Oliva, seorang konsultan transplantasi kornea dari Tilganga Institute of Ophthalmology Nepal. Keratoplasti ini dilakukan oleh beberapa dokter spesialis mata, yaitu Prof.dr.Suhardjo,SU,SpM(K), dr. Agus Supartoto,SpM(K), dr. Tatang Talkagani, SpM(K) dan dr. Matthew Oliva. Sebanyak 5 kasus dikerjakan di RSUP Dr. Sardjito dan 5 kasus di RS Mata Dr.Yap. Hasil operasi setelah dipantau selama 2 minggu menunjukkan kondisi penglihatan yang lebih baik dengan gambaran kornea cukup  jernih.

Keratoplasti adalah prosedur menyambungkan kornea donor yang sehat dengan sisa kornea resipien yang masih sehat dengan bantuan jahitan benang dengan ukuran sangat kecil. Selama 6 bulan terakhir tidak ada keratoplasti yang dilakukan di Yogyakarta dikarenakan tidak tersedianya donor kornea, padahal kasus kebutaan yang diakibatkan oleh kelainan kornea sangat banyak jumlahnya. Penyebab yang tertinggi ialah infeksi kornea karena jamur dan bakteri, disusul dengan kelainan kornea bawaan danidiopatik.

Pasien yang menjalani cangkok kornea seluruhnya mendapatkan hasil yang memuaskan. Mereka dapat kembali melihat bahkan beraktivitas dalam minggu pertama setelah cangkok dilaksanakan. Keratoplasti cepat pelaksanaannya, mudah perawatannya dan sangat membantu pasien segera kembali beraktivitas mandiri. Selain itu, prosedur keratoplasti juga sudah tercakup dalam tanggungan pembiayaan oleh BPJS sehingga biaya tidak lagi menjadi kendala. Salah seorang pasien termuda, laki-laki berumur 22 tahun, merupakan pencangkokan kedua dengan hasil yang baik, setelah satu tahun yang lalu menjalani pencangkokan kornea namun terjadi penolakan terhadap kornea donor. Kendala terbesar justru minimnya ketersediaan donor kornea. Faktanya, kebutaan kornea hanya dapat ditolong dengan prosedur keratoplasti sehingga sangat perlu peningkatan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian masyarakat akan prosedur cangkok kornea, manfaat dan permasalahan yang menyertai. Masyarakat dihimbau untuk bersama-sama melawan kebutaan kornea dan semoga semakin banyak masyarakat berpartisipasi sebagai donor kornea di kemudian hari.

Author Info

Admin Humas

No Comments

Post a Comment